Perasaan Trauma Bisa Muncul Dan Terbentuk Dari Mana Saja

Pentingnya Sosialisasi Baik Secara Online Maupun Secara Offline

Bila berbicara soal trauma, ada beberapa cerita dari teman-teman saya, dan ini membuat saya berpikir, trauma bisa dialami siapa pun. Dan tidak ada batas umur. Dan kapan saja. Dan proses terjadinya atau tercipta suatu perasaan trauma dan akibat setelahnya. Wah ternyata bermacam-macam. Ada yang bisa di handle, masih bisa dikendalikan oleh orang yang bersangkutan. Tapi bagaimana jika trauma yang bertubi-tubi dan membuat orang menjadi gila? Tidak banyak orang berakhir di rumah sakit jiwa akibat trauma. 

Awal Mula Trauma Terbentuk

Salah satu ada pengalaman ibu dari teman saya. Dia seorang yang broken home. Ibu dan ayahnya telah bercerai dari dia masih kecil. Bahkan hanya hitungan bulan dari teman saya lahir, ibunya dan ayahnya berpisah. Dan saat dia SD, ibunya berpacaran dengan satu pria. Pria ini adalah seorang duda dengan anak 3. Dan mereka menjalin hubungan cukup lama, kurang lebih 11 tahun. Ada yang bertanya-tanya, kalau begitu kenapa tidak menikah saja. Masalahnya, anak-anak dari pihak pria tidak mau ayah mereka menikah lagi. Mereka tidak ingin ada ibu baru. Sehingga hubungannya hanya sampai di pacaran.

Kronologi Sampai Menciptakan Trauma

 Dan ternyata selama hubungan pacaran itu berjalan, banyak kekerasan yang terjadi. Si pria ini sering memukul mama teman saya. Bahkan pernah satu kejadian mereka sedang bertengkar di dalam mobil. Posisinya di mobil, mama teman saya sedang menyetir, dan si pacarnya di samping. Mereka berkelahi adu argumen, dan si pria memukul tangan mama teman saya. Dan mama nya tetap berusaha untuk tetap kendalikan setir mobil. Karena itu sedang berada di jalan raya, tapi jalannya cukup sepi, jarang mobil lalu lalang. Dan pria itu terus memukul sampai menggigit tangan mamanya sampai berdarah. Sampai mamanya loncat dari mobil yang sedang berjalan. Sampai ada polisi datang dan menangani masalah tersebut.

 Dan pria ini sering melakukan kekerasan lainnya terhadap mamanya. Dan dia tidak melakukan di depan teman saya. Jadi misalnya saat ada di rumah dan ada teman saya, pria tersebut dan mamanya sedang bertengkar, maka si pria ini akan menarik mamanya dan membawanya ke kebun yang tidak ada orangnya. Dan mamanya akan di ikat di pohon dipukul oleh si pria ini. Dan setelah puas, baru dilepas. Ini membuat mamanya trauma setengah mati terhadap orang ini. Sehingga saat mendengar nama pria ini saja, mamanya bisa gemetaran dan keringat dingin, dan bisa panic attack.